Dinamika globalisasi membawa pengaruh
besar terhadap tatanan kehidupan suatu bangsa. Pengaruh tersebut dapat
berupa ideologi, budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Jika
diperhatikan dewasa ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
membawa pengaruh besar terhadap gaya hidup masyarakat. Gaya hidup
berkaitan erat dengan kebiasaan berperilaku dan berfikir. Kebiasaan
merupakan faktor utama terbentuknya budaya. Terlepas apakah berdampak
baik atau buruk, jika budaya tersebut dibiarkan berkembang maka akan
mempengaruhi ideologi yang telah ada dalam masyarakat atau bahkan dapat
terlahir suatu ideologi baru.
Perkembangan teknologi yang saat ini
berkembang sangat pesat dalam masyarakat adalah teknologi informasi.
Hampir semua orang sependapat bahwa teknologi informasi telah, sedang
dan akan merubah kehidupan umat manusia dengan menjanjikan cara kerja
dan cara hidup yang lebih efektif, lebih bermanfaat, dan lebih kreatif.
Sebagaimana dua sisi, baik dan buruk, teknologi informasi juga memiliki
hal yang demikian. Sebagai teknologi, kedua sisi tersebut keberadaanya
sangat tergantung pada pemakainya.
Berdasarkan fakta-fakta diatas, jika
dikaitkan dengan ideologi yang dianut Indonesia yakni pancasila. Maka
akan muncul pertanyaan apakah nilai-nilai dalam pancasila yang selama
ini menjadi pedoman hidup bangsa Indonesia terpengaruh perkembangan
teknologi informasi? Untuk menjawab pertanyaan seperti ini, tidak serta
merta dapat dijawab dengan jawaban terpengaruh atau tidak terpengaruh.
Walaupun jawaban tersebut sudah disertai dengan alasannya.
Melihat kenyataan dalam masyarakat,
sebenarnya bukan pancasila yang terpengaruh oleh perkembangan teknologi
informasi melainkan masyarakat itu sendiri. Memberi pengaruh baik atau
buruk terhadap pancasila tergantung bagaimana masyarakat sebagai
penganut ideologi pancasila menyikapi perkembangan teknologi informasi
tersebut.
Pesatnya perkembangan teknologi informasi
memudahkan masuknya berbagai macam pengaruh dari luar, seperti
informasi mengenai gaya hidup bangsa barat yang notabene gaya hidup
bangsa barat bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam
pancasila. Jika hal tersebut dibiarkan akan menyebabkan nilai-nilai
luhur pancasila dalam masyarakat terkikis bahkan habis tergilas budaya
barat yang berkembang.
Salah satu usaha untuk mencegah
terkikisnya nilai-nilai luhur pancasila adalah dengan memupuk kembali
nilai-nilai luhur tersebut dalam diri masyarakat Indonesia, hal ini
dapat dilakukan melalui penyuluhan nilai-nilai pancasila bagi masyarakat
yang tidak sedang berada dalam dunia pendidikan. Untuk masyarakat yang
sedang berada dalam dunia pendidikan seperti pelajar dan mahasiswa,
pengetahuan tentang pancasila bisa dimasukkan dalam kurikilum
pembelajaran. Kendala terbesar adalah untuk penyuluhan kepada masyarakat
umum yang sedang tidak berada dalam dunia pendidikan, maka hal ini
perlu mendapatkan perhatian khusus mengenai metode penyuluhannya.
Kenyataan nilai-nilai luhur pancasila
dalam masyarakat terkikis akibat pesatnya perkembangan teknologi
informasi seperti informasi mengenai gaya hidup bangsa barat, hal ini
menandakan masyarakat peka terhadap apa yang dibawa oleh perkembangan
teknologi informasi tersebut. Dari fakta tersebut dapat diambil sebuah
inisiatif untuk memasukkan informasi mengenai pancasila, seperti
penyediaan artikel-artikel tentang pancasila. Sehingga proses penyuluhan
pancasila kepada masyarakat secara umum dapat dilakukan dengan
memanfaatkan perkembangan teknologi informasi itu sendiri sebagai
medianya. Dengan metode seperti ini berarti menjadikan perkembangan
teknologi informasi sebagai umpan balik terhadap kemungkinan dampak
negatif yang dibawanya.
Untuk penyuluhan secara langsung,
bertatap muka antara penyuluh dan masyarakat. Kesuksesan penyuluhan
pancasila kepada masyarakat secara umum memerlukan partisipasi aktif
masyarakat itu sendiri, baik dalam bentuk pernyataan maupun kegiatan.
Serta melalui program-program penyuluhan pembangunan yang efektif dan
handal. Untuk itu maka kegiatan penyuluhan perlu dan harus ditangani
oleh tenaga profesional dilandasi komitmen yang kuat dari berbagai
pihak. Dalam hal ini subtansi keahlian dan kesungguhan bergerak serta
bertindak dari para pelaku penyuluhan merupakan prasyarat.
Dalam rangka meningkatkan profesionalisme
para pelaku penyuluhan, perkembangan teknologi informasi harus dapat
dimanfaatkan oleh bidang penyuluhan sebagai alat mencapai tujuannya.
Untuk itu, perlu didukung oleh suatu kehendak dan etika yang dilandasi
oleh keilmuan penyuluhan dengan dukungan berbagai pengalaman para
praktisi penyuluhan di lapangan. Peran program pendidikan yang
mempersiapkan tenaga ahli penyuluhan, seperti perguruan tinggi,
Pusdiklat dan lembaga pendidikan kemasyarakatan lainnya perlu
mempersiapkan pelaku-pelaku penyuluhan yang mampu menyampaikan informasi
dan mampu memotivasi masyarakat untuk melakukan tindakan yang tepat,
sehingga tujuan dari pelaksanaan penyuluhan pancasila dapat tercapai.Kesimpulannya, kita jangan sampai terpengaruh oleh perubahan teknologi dan informasi dalam globalisasi.






0 komentar:
Posting Komentar